Kamu udah pasang iklan. Chat ada, tapi yang datang cuma dua dari sepuluh. Yang delapan lagi hilang setelah dikasih harga.
Ceritain bengkelmu
Pagi ada chat: "Servis berkala berapa, Bang?" Kamu balas, kirim daftar harga, jelasin paketnya. Dibaca. Nggak ada kabar.
Sore ada lagi: "Bisa nego nggak?" Kamu kasih harga teman. Dia bilang "nanti saya kesana", terus nggak datang.
Kalau ada tiga yang kena, masalahnya bukan di fotonya. Kamu cuma belum pernah dikasih lihat angka yang bener.
Ini bagian yang biasanya disembunyiin orang yang jualan iklan. Kuberitahu terang-terangan: servis nggak nambah karena iklannya bagus. Servis nambah karena salah satu dari tiga ini gerak.
Bukan lebih banyak yang lihat. Yang lihat adalah orang yang memang mau servis, di radius yang masuk akal. Ini soal siapa yang lihat, bukan seberapa ramai.
Cara jawab chat, kecepatan balas, harga yang dikasih di awal, dan tawaran jadwal hari itu. Ini nggak nambah biaya iklan sepeser pun.
Reminder servis berkala ke nomor yang sudah ada di HP-mu. Ini yang paling murah, dan paling sering dilupakan.
Contoh hitungannya, biar kelihatan dari mana angkanya datang. Ini contoh, bukan janji.
Dihitung pakai tiket rata-rata Rp450.000. Kalau tiketmu beda, angkanya beda, tapi cara naiknya sama.
Iklan saya pegang tiap hari. Bagian yang keluar duit tanpa hasil saya matiin minggu itu juga, yang jalan saya biarkan. Iklan yang kena orang luar kota saya kunci ulang.
Cara jawab chat-nya juga saya benahi: kalimat pertama, harga yang dikasih di awal, dan cara nawarin jadwal. Ini yang bikin chat jadi datang, dan nggak butuh tambahan uang.
Tiap Jumat sore kamu terima satu lembar: keluar berapa, chat masuk berapa, dari chat itu jadi servis berapa, dan satu servis biayanya berapa. Angkanya dari akunmu sendiri.
Iklan dipegang harian. Sebulan 4 materi baru. Tiap Jumat laporan satu lembar. Cara jawab chat ikut saya rapikan. Uang iklannya tetap punyamu, minimal Rp3.000.000 sebulan.
Sama kayak di atas, plus 8 materi dan 4 video pendek tiap bulan. Foto unit yang lagi dikerjakan, sebelum-sesudah, dan testimoni pelanggan yang kamu punya.
Bulan pertama habis buat benahi akun dan ngumpulin data. Bulan kedua baru kelihatan tuas mana yang gerak. Bulan ketiga keputusannya diambil pakai angka, bukan feeling.
Tapi tagihannya tetap bulanan, dan kalau sebulan biaya per servis nggak turun, bulan itu nggak saya tagih. Kamu bisa berhenti kapan aja tanpa penalti.
Bengkel saya kecil, masih bisa pakai iklan?
Bisa, asal udah ada pelanggan yang datang walau bukan dari iklan. Kalau lift-mu masih
sering kosong karena belum ada yang tahu bengkelnya, iklan cuma bikin duit keluar lebih cepet.
Kenapa bayarnya di depan?
Kerjanya jalan dari minggu pertama. Kalau bayarnya belakangan, saya nagih orang
yang udah ngerasain hasilnya duluan.
Uang iklannya masuk ke rekening siapa?
Ke kartu kamu sendiri. Saya nggak pegang uangnya, cuma akunnya.
Sudah ada yang ngurus iklan, tapi nggak jelas.
Justru itu. Kalau sekarang kamu nggak tahu biaya per chat, berarti yang kamu bayar
bukan hasil, tapi kesibukan. Bulan pertama saya tunjukkan angkanya dulu.
Kalau saya berhenti?
Akunnya tetap punyamu, catatannya juga. Yang gantiin saya bisa lanjut tanpa nebak.
Bilang bengkelmu di kota mana, dan sebulan terakhir habis berapa buat iklan. Saya balas dua hal: iklannya masih layak diterusin atau nggak, dan kalau layak, tuas mana yang harus digerakin dulu.
Kalau menurut saya belum layak, saya bilang belum layak. Lebih baik kamu tahu sekarang, daripada tiga bulan lagi baru sadar duitnya habis buat iklan yang nggak jelas arahnya.
Chat saya sekarang