Iklan Facebook & Instagram buat yang jualan

Uang iklan keluar terus.
Yang masuk cuma "berapa kak?"

Kamu udah pasang iklan. Tiap hari ada yang chat. Tapi dihitung di akhir bulan, orderannya masih segitu-gitu aja. Bingungnya: yang salah bagian mana?

Chat saya, ceritain jualanmu
Dibalas waktu jam kerja. Nggak ada telpon-telponan jualan.
Meja kerja malam hari, dua layar menyala
Buka Meta tiap malam, angkanya naik. Orderannya belum tentu.

Kayaknya kejadian tiap hari deh

Pagi buka HP. Ada notif: "berapa kak?" Kamu balas panjang, kirim foto, jelasin bahan, kasih diskon dikit. Dibaca. Terus diem.

Siang buka lagi. Uang iklannya jalan. Sore ganti foto, soalnya yang kemarin kayaknya kurang. Malam ganti lagi. Besoknya bingung, mau ganti apa lagi.

Sebulan gitu terus. Uangnya habis, tapi kamu nggak pernah tahu chat yang mana yang akhirnya jadi order, dan yang mana yang cuma tanya doang.

Coba jawab ini, jujur aja

Kalau ada tiga yang kena, masalahnya bukan di fotonya. Kamu cuma belum pernah dikasih lihat angka yang bener.

Yang bikin beda

Tumpukan dokumen dan pulpen di meja
Tiga angka yang saya catat tiap minggu: uang keluar, chat masuk, dan yang jadi order.

Duitnya keluar berapa per chat. Bukan yang penting berapa orang lihat iklan. Yang penting: satu chat masuk, kamu keluar berapa.

Foto atau video dicoba dulu, jangan langsung diganti. Dua versi jalan bareng, dilihat mana yang lebih murah chatnya. Yang kalah dibuang, yang menang dipakai terus.

Yang buang duit dimatiin minggu itu juga. Nggak nunggu akhir bulan. Soalnya duit yang keluar sia-sia itu duit yang harusnya jadi order.

Kerjaan saya apa

Saya buka akun iklanmu, saya tunjuk bagian mana yang keluar duit tapi nggak ada hasilnya, terus saya betulin di situ. Bukan laporan tebel yang ujungnya nggak kamu baca.

Tiap Jumat sore kamu terima satu lembar. Isinya: minggu ini keluar berapa, masuk berapa chat, dari chat itu jadi berapa order, dan satu order biayanya berapa. Angkanya dari akunmu sendiri, jadi bisa kamu cek kapan aja.

Harganya

Dua orang berjabat tangan di meja kerja
Saya nggak jual janji orderan naik. Saya jual angka yang bisa kamu cek sendiri.

Iklan saya urus tiap hari

Rp2.000.000 per bulan

Iklan dipegang tiap hari. Sebulan saya bikinin 4 materi baru. Tiap Jumat laporan satu lembar. Uang iklannya tetap punyamu, minimal Rp3.000.000 sebulan. Kamu jualan, saya urus angkanya.

Iklan urus, kontennya juga saya bikinin

Rp3.000.000 per bulan

Sama kayak yang di atas, plus 8 materi dan 4 video pendek tiap bulan. Buat kamu yang udah nggak ada waktu mikirin konten. Saya siapin, kamu tinggal bilang oke.

Satu bulan jalan, kalau biaya per ordernya nggak turun, bulan itu nggak saya tagih. Bukan karena saya baik. Kerjaan saya diukur dari angka, dan kalau angkanya nggak gerak, artinya saya belum berhasil.
Yang nggak saya janjiin: orderan jadi sekian, atau akun aman dari banned. Dua-duanya bukan saya yang putusin. Yang janjiin itu biasanya cuma mau dapat duit di depan.

Yang kamu dapat

Laporan Jumat, satu lembar Keluar berapa, chat berapa, jadi order berapa, satu order biayanya berapa. Bisa dibaca sambil ngopi.
Catatan iklan yang udah dicoba Apa yang pernah dipasang, hasilnya gimana, dan mana yang dipakai bulan depan. Jadi nggak mulai dari nol lagi tiap bulan.
Semua perubahan ada catatannya Tiap kali saya ubah uang iklan atau tempat tayangnya, ada alasannya, ditulis. Kalau nanti kamu ganti orang, dia bisa nerusin tanpa nebak.

Yang sering ditanya

Jualan saya masih kecil, masih bisa pakai iklan?
Bisa, kalau udah ada yang beli walau bukan dari iklan. Kalau belum pernah ada yang beli sama sekali, iklan cuma bikin duit keluar lebih cepet.

Kenapa bayarnya di depan?
Kerjanya jalan dari minggu pertama. Kalau bayarnya belakangan, saya nagih orang yang udah ngerasain hasilnya duluan.

Uang iklannya masuk ke rekening siapa?
Ke kartu kamu sendiri. Saya nggak pegang uangnya, cuma akunnya.

Kalau bulan depan saya berhenti?
Akunnya tetap punyamu, catatannya juga. Yang gantiin saya bisa lanjut, nggak perlu nebak-nebak.

Kalau mau mulai

Bilang jualan kamu apa, dan sebulan terakhir habis berapa buat iklan. Saya balas dua hal: iklannya masih layak diterusin atau nggak, dan kalau layak, mana yang mesti dibenerin dulu.

Kalau menurut saya belum layak, saya bilang belum layak. Lebih baik kamu tahu sekarang, daripada tiga bulan lagi baru sadar duitnya habis buat iklan yang nggak jelas arahnya.

Chat saya sekarang